Jaga tradisi, rawat bumi

December 21, 2019

Festival Pangan Sehat PARARA 2019 Jakarta

Berbagi makanan sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Makan bersama keluarga atau teman-teman tidak hanya sekedar memberikan asupan, tetapi juga memungkinkan kita untuk berbagi budaya dan warisan. Hal ini yang juga menjadi latar belakang di balik terselenggaranya festival dua tahunan Panen Raya Nusantara (PARARA) di Jakarta. Festival PARARA pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 untuk menampilkan dan mempromosikan produk-produk pertanian lokal dari berbagai komunitas dan masyarakat adat. Namun tak kalah pentingnya, festival ini menunjukkan adanya kebutuhan besar untuk perubahan dalam pola konsumsi, produksi, dan distribusi makanan.

Festival PARARA 2019 digelar dari tanggal 6 hingga 8 Desember di Plaza Semanggi Jakarta. Hivos Southeast Asia dan sekitar 100 komunitas lokal yang tergabung dalam Konsorsium PARARA berbagi pembelajaran tentang pangan sehat dan mendorong pengunjung agar mengkonsumsi produk lokal.

Jaga Tradisi, Rawat Bumi yang menjadi slogan PARARA tahun ini menunjuk pada kearifan lokal budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang telah berhasil memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. PARARA mengajak kita untuk kembali menjaga tradisi, merawat bumi, melestarikan sumber daya alam dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

Dalam kata sambutannya, Ketua Konsorsium PARARA Jusupta Tarigan* menjelaskan, “Festival PARARA tahun ini lebih banyak berbicara tentang ‘Pangan Bijak’: lokal, sehat, adil dan lestari. Produk-produk yang ditampilkan adalah hasil upaya serta tradisi budaya masyarakat untuk memperbaiki kesejahteraan mereka dengan meningkatkan keseimbangan antara alam dan manusia.”

Acara pembukaan Festival PARARA 2019. Ki-ka: Indra Gunawan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Abednego Tarigan dari Kantor Staf Presiden, Jusupta Tarigan sebagai Ketua Konsorsium PARARA. ©Hivos/Sena Aji

Hivos mendukung festival tahun ini karena kami percaya kegiatan seperti ini dapat membiasakan masyarakat dengan makanan lokal dan sehat sehingga mereka dapat memilih makanan sehat dengan bijak. Kami berpartisipasi melalui program Sustainable Diets for All (SD4All) bersama dengan mitra lokal Tanoker dan Kummara. Stan kami memamerkan beberapa inisiatif yang sebelumnya dilaksanakan di Jember dan Bandung dalam mempromosikan pangan sehat, lokal, dan beragam.

Sebagai contoh, kami menyajikan board games tentang pangan sehat yang dibuat untuk anak-anak di dua sekolah dasar kota Bandung pada awal bulan ini. Kami juga memutar film pendek “Bangun Generasi Sehat” yang menampilkan para pelopor pangan sehat di Jember (sebagai inisiatif dari Generasi Baru Dapur Indonesia (GBDI)). Selain itu, kami menampilkan produk pangan sehat yang dibuat oleh UMKM kuliner perempuan dari Kecamatan Ledokombo, Jember.

Hajar Hasyim dari Kendari, Sulawesi Tenggara, adalah pemilik SAGUKU, UMKM makanan sehat yang didukung oleh Hivos. Ia merasa senang karena dapat menjual produknya di PARARA sekaligus mengenal produk-produk dari komunitas lainnya. “Saya sangat senang mengikuti acara seperti ini karena saya bisa memperkenalkan produk saya yang mengandung bahan pangan sehat kepada masyarakat dari berbagai kalangan,” senyumnya.

Pada hari ketiga festival, Hivos dan Tanoker mengisi sesi talk show yang bertema “Membangun Kesadaran Pangan Lokal bersama Tanoker.” Perwakilan Tanoker beserta pemangku kepentingan lokal berbicara mengenai upaya advokasi mereka untuk mengkonsumsi makanan sehat dan lokal di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember dengan mengajak keluarga, sekolah, anggota masyarakat dan pembuat kebijakan.

Farha Ciciek, pendiri Tanoker, menjelaskan mengapa pangan sehat itu penting di daerahnya. “Banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi di kecamatan kami. Karena itulah kami ingin memastikan anak-anak di lingkungan kami sehat, dan mudah-mudahan ini dapat menjadi sumbangan kecil masyarakat Ledokombo untuk Indonesia yang lebih sehat.”

Festival PARARA menjadi sebuah gerakan masyarakat. Capaian ini akan mendukung integrasi antara komunitas lokal dan pasar dengan kebijakan pada industri lokal dan kreatif demi kesejahteraan produsen dan konsumen.

Program SD4All mendukung pendekatan bottom-up untuk pangan sehat dan lebih beragam, serta memastikan bahwa suara masyarakat dapat didengar dalam proses pembuatan kebijakan.

* Jusupta Tarigan berasal dari NTFP-EP, mitra Hivos dalam program Sustainable Diets for All.

Foto: Hivos/Sena Aji