Menciptakan Ruang Interaksi antara Warga dan Pemerintah

April 30, 2019

Selama beberapa bulan pertama tahun 2019, Hivos Asia Tenggara melakukan studi pelingkupan “Menciptakan Ruang Interaksi antara Warga dan Pemerintah”, didukung oleh Robert Bosch Stiftung. Studi ini memberikan pemahaman tentang partisipasi warga dalam pelaksanaan pelayanan publik. Melalui studi ini, Hivos berupaya untuk meningkatkan akses warga terhadap pelaksanaan pelayanan publik yang responsif dan akuntabel dengan mempersempit lingkaran umpan balik yang memengaruhi proses pengambilan keputusan pemerintah.

Di mana studi ini dilakukan?

Hivos melakukan studi ini di Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Negara-negara ini dipilih karena tingginya tuntutan untuk mewujudkan tata kelola dan pelayanan publik yang lebih baik mengingat semakin berkembangnya pasar dan industri di sana. Mereka juga memiliki tingkat partisipasi publik yang berbeda-beda. Vietnam masih relatif baru dalam upaya mendorong partisipasi publik, sementara Indonesia dan Filipina merupakan dua negara demokrasi yang sudah berpengalaman mengembangkan akuntabilitas sosial.

Apa yang akan Hivos lakukan?

Bersama sebuah tim peneliti dari tiga negara tersebut, Hivos akan mengidentifikasi dan memetakan inisiatif yang ada, kondisi yang memungkinkan, aktor dan institusi yang akan dilibatkan, dan juga relasi kuasa yang dapat mendorong keterlibatan warga dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah di setiap negara. Tim peneliti akan mengembangkan dan mengesahkan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Tim terdiri dari peneliti utama serta peneliti dan penasihat di masing-masing negara untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah.

Melalui proyek ini, Hivos berharap dapat meningkatkan pemahaman individu dan kelompok, seperti pejabat di pemerintahan, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok masyarakat lain yang peduli mengenai temuan-temuan studi. Setelahnya, Hivos akan menyebarkan hasil studi kepada publik dan menggunakannya sebagai referensi advokasi untuk menyusun naskah kebijakan yang menjabarkan persoalan-persoalan yang ada serta solusi sebagai rekomendasi.

Mengapa Hivos melakukan studi ini?

Pada tahun 2013 hingga 2017, Hivos melaksanakan sebuah program bernama Making All Voices Count (MAVC). MAVC merupakan program untuk mendorong keterlibatan warga dan mewujudkan tata kelola yang akuntabel di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Filipina. Dari pelaksanaan program itu, kami belajar bahwa upaya mengatasi persoalan tata kelola perlu dibarengi dengan meningkatkan pengetahuan warga, keterbukaan informasi, dan penggunaan teknologi.

Kami juga belajar dari studi sebelumnya mengenai tata kelola dan akuntabilitas di wilayah Asia Tenggara (Asia-Pasifik secara umum) yang menunjukkan pentingnya komunikasi dan akses terhadap informasi. Namun, berdasarkan studi terbaru, memberdayakan masyarakat saja tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan sepenuhnya. Hivos memerlukan pendekatan yang lebih seimbang untuk memperkuat pemerintah dan masyarakat, membantu mengkondisikan lingkungan, serta menjembatani jurang komunikasi. Pembelajaran-pembelajaran dan temuan-temauan tersebut mendorong Hivos untuk melakukan pemetaan terbaru mengenai aktor-aktor dan praktik-praktik akuntabilitas di Asia Tenggara dan belajar dari peran teknologi dan mobilisasi sosial yang meningkatkan pelayanan publik.