• story

    Listen to the audio file:   “We frequently had no water and without warning. Water was murky. Sometimes it smelled of chlorine. And services would be disrupted without notice. It was very annoying. We complained, but who would listen?” The story came from Sri Pemiluwati, or Milu, part of Women PKH Beneficiary Group in Kasihan […]

  • story

    Dengarkan audionya:   “Air sering tiba-tiba macet. Dan keruh. Kadang bau kaporit. Terus nggak ada pemberitahuan dulu kalau mau mati. Ini ‘kan mengganggu sekali. Mau bilang sama siapa kalau ada keluhan?” ujar Sri Pemiluwati atau yang akrab disapa Milu, dari Kelompok Perempuan Penerima Program Keluarga Harapan kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Kalau bicara masalah air, Milu […]

  • story

    Listen to the audio file:   Maria Tri Suhartini is a part and co-founder of “Pinilih” Disabled Persons Group in Sedayu District in Bantul Regency, Yogyakarta. Established on August 27, 2017, Pinilih strives to help disabled persons in Sedayu to be socially and financially independent. The group frequently holds various useful economic, social, and cultural […]

  • story

    Dengarkan audionya:   Maria Tri Suhartini adalah anggota Paguyuban Keluarga Difabel Sedayu “Pinilih”, atau Kelompok Difabel Pinilih. Kelompok ini ia dirikan bersama para sejawatnya pada 27 Agustus 2017. Cita-cita mereka berorganisasi yaitu demi mewujudkan kehidupan yang mandiri dan sejahtera bagi para difabel di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, dengan berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, sosial, dan kebudayaan. […]

  • story

    Listen to the audio file:   Meigita Utami and her colleagues from Perkumpulan Ide dan Analitika Indonesia (IDEA) were met with some resistance the first time they introduced the open contracting program to the officials of Bantul Regency Government. Meigita, however, was quick to read the room. “We immediately changed the way we communicate. We […]

  • story

    Dengarkan audionya:   Awalnya pejabat di Pemerintah Kabupaten Bantul itu agak resisten ketika Meigita Utami dan rekan-rekannya di Perkumpulan Ide dan Analitika Indonesia (IDEA) memperkenalkan program Keterbukaan Kontrak kepada mereka. Tapi Meigita pandai membaca situasi. “Kami mengubah cara berkomunikasi, bahwa program kami tidak bicara Keterbukaan Kontrak, tapi tata kelola,” kenang Meigita. “Jadi, nama program yang […]

  • story

    Listen to the audio file:   It has been five years since Deviana Rizqi Widyawati (30) started a catering service – the first business she opened, although not her first job. Before that, she had worked as a sales promotion person of a tea-based product and had joined an auto parts company. For Devi, as […]

  • story

    Dengarkan audionya:   Lima tahun sudah Deviana Rizqi Widyawati (30 tahun) menggeluti usaha katering. Ia pernah menjajal beberapa pekerjaan sebelum akhirnya memutuskan fokus membangun usahanya sendiri. Ia, misalnya, pernah bekerja mulai dari bagian pemasaran produk teh hingga bekerja di perusahaan suku cadang kendaraan. Usaha katering ini pun awalnya hanya coba-coba. Bidang ini ia masuki tanpa […]

  • story

    Listen to the audio file:   For the most part, the public procurement system of Semarang city government is participated by large-scale businesses, while micro, small, and medium enterprises, or MSMEs, remain on the sidelines – although not because they lack in number. In fact, MSMEs thrive in Semarang and can be found in different […]

  • story

    Dengarkan audionya:   Selama ini pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih didominasi oleh perusahaan berskala besar. Ini membuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lebih sering menjadi penonton semata. Padahal UMKM tumbuh subur di Semarang. Penggiatnya berkecimpung di berbagai sektor, mulai dari kuliner sampai penyedia jasa. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro […]