Jurus jitu Tanoker membantu masyarakat menghadapi pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengganggu sistem pangan di setengah belahan dunia hanya dalam waktu beberapa bulan. Pandemi ini sangat kuat mengoyak kembali kesadaran akan pentingnya sistem pangan dalam kehidupan. Solusi lokal seperti apa yang bisa dilakukan untuk bertahan dari krisis? Inisiatif seperti apa yang harus dimiliki untuk meningkatkan keragaman sistem pangan Indonesia? Bagaimana membangun sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan di tingkat lokal? Bagaimana komunitas dan pemerintah setempat dapat bekerja sama untuk menjaga kelompok yang paling rentan?

Tanoker, salah satu mitra Hivos untuk Program Sustainable Diets for All (SD4All) di Jember, Jawa Timur, berinovasi dengan tiga inisiatif. Melalui kolaborasi erat dengan masyarakat, Tanoker memprakarsai gagasan kebun sehat di rumah, memproduksi teh sehat, dan memfasilitasi diskusi daring tentang kesehatan lansia di Jember.

Hivos, melalui Program SD4All, sangat mendukung inisiatif ini karena percaya inovasi ini membangun sistem pangan yang lebih baik dan komunitas yang lebih tangguh.

Kebun sehat untuk ketahanan pangan dan keanekaragaman hayati

Bekerja dengan sebuah sekolah perempuan atau Sekolah Bok-ebok di Paluombo, Kecamatan Ledokombo, Tanoker memotivasi perempuan di sana untuk mengoptimalkan pemanfaatan halaman rumah mereka dengan menanam berbagai sayuran, buah-buahan dan rempah-rempah.

“Kami memulai kebun rumah ini bulan Mei 2020. Kami pikir, akan lebih baik jika masyarakat dapat memenuhi kebutuhan makanan mereka sendiri. Pandemi ini melumpuhkan banyak orang secara ekonomi,” jelas Farha Abdul Kadir Assegaf, Direktur Tanoker sekaligus penanggung jawab Program SD4ALL untuk Tanoker, atau biasa dipanggil Ciciek.

Bibit tomat, salah satu tanaman kebun sehat oleh Tanoker (Photo: Tanoker)

Ciciek bercerita bahwa saat ini Tanoker terus menggiatkan kebun rumah, yang mengkombinasikan antara manfaat dan keindahan.  Menurutnya, Tanoker sedang mengeksplorasi jenis-jenis bunga yang menurut praktik lokal bisa dikonsumsi. “Jadi bukan hanya bermanfaat, tetapi juga indah,” kata Ciciek. “Dan ke depan, mudah-mudahan ini bisa menjadi lahan pekerjaan baru buat masyarakat.”

Sebenarnya gagasan dasar strategi ini adalah ketahanan pangan dan keluarga, kaitan antara peace food (makanan yang dapat membawa perdamaian) dan ketahanan keluarga, serta juga hubungan peace food dan kedamaian dalam keluarga. Mengelola kebun rumah bahagia secara bersama tersebut diharapkan membantu keamanan pangan keluarga  dan juga kohesi keluarga yang banyak terdampak  akibat beban sosial ekonomi psikologis di masa pandemi.

Tanoker berharap inisiatif ini mampu menginspirasi pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan keanekaragaman hayati. “Ini bisa menjadi model yang baik untuk komunitas lain. Ini adalah salah satu cara untuk memerangi dampak negatif COVID-19.”

Farha Abdul Kadir Assegaf (Photo: Tanoker)

Memproduksi minuman sehat

Selain kebun sehat, Tanoker juga memproduksi teh sehat yang diberi nama teh Arab. Teh ini dibuat dari tumbuh-tumbuhan alami dan segar atau empon-empon. Empon-empon adalah sekelompok tumbuhan alami yang terdiri dari jahe, temulawak, kunyit, dan sereh. Diyakini, empon-empon baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut sebuah artikel di situs web Sekretaris Kabinet, Presiden Republik Indonesia, Jokowi, telah minum empon-empon sejak Maret 2020. Dia meminumnya tiga kali sehari. Dia bahkan menyediakan minuman tersebut untuk tamu-tamunya sejak pandemi merebak. Di sisi lain, Chairul Anwar Nidom, salah satu profesor di Universitas Airlangga (Surabaya), yang adalah juga Ketua Tim Penelitian dan Perumusan Vaksin Corona menyarankan masyarakat agar mengkonsumsi empon-empon untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pada awalnya, tujuan utama memproduksi teh ini adalah untuk menyediakan minuman sehat bagi pekerja medis dan pekerja komunitas yang berjuang di garis depan menghadapi virus Covid-19. Namun ide tersebut berkembang. Dari laboratorium dapur Tanoker, menyebar ke berbagai kelompok masyarakat. Tanoker memotivasi masyarakat untuk beralih dari minuman instan ke jamu sehat. Pelatihan membuat jamu pun dilakukan. Teh herbal ini sekarang dipromosikan melalui berbagai kanal daring yang dimiliki Tanoker.

Pengembangan kebun taman sayur mayur, bunga yang bisa dimakan, serta empon-empon yang indah dan sehat tersebut menjadi strategi new normal. Kemahiran komunitas ini diharapkan menjadi keahlian baru anggota sekolah Bok-ebok dan Pak-bapak yang kedepannya bisa ditawarkan kepada peminat di kota atau dimana saja melalui jaringan Tanoker, Nahdlatul Ulama, pasar daring, dan lain-lain.

Membantu lansia tetap sehat di masa pandemi

Tanoker terkenal dengan Sekolah Yang-eyang yaitu sekolah yang didedikasikan untuk membantu warga lanjut usia di Kabupaten Jember. Sekolah ini telah mendapatkan banyak apresiasi baik dari Kabupaten Jember maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sekolah Yang-eyang berkontribusi besar pada pengakuan Kabupaten Jember sebagai kabupaten ramah lansia di Jawa Timur. Pada tahun 2019, Jember menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai pemenang ketiga Daerah Ramah-Lansia di provinsi tersebut. Penghargaan ini diberikan berdasarkan kegiatan dan program yang dikembangkan dan dibantu oleh Tanoker.

Masa pandemi ini, dua sekolah lanjut usia itu tidak mau ketinggalan beradaptasi dan berkenalan dengan dunia daring. Di awal Agustus 2020, empat lansia dari kedua sekolah tersebut menjadi narasumber dalam seminar secara daring yang dihadiri oleh 30 mahasiswa Kyushu International University, Jepang, bertajuk “Make Your Life Unlimited” atau Buat Dirimu Tak Terbatas. Mereka bertukar cerita tentang bahasa, budaya, adat istiadat dan pendidikan bagi anak dan lansia di kedua negara. Dalam seminar tersebut, kelompok lansia ini juga menyampaikan pesan tentang pentingnya pangan sehat.

Tanoker juga memfasilitasi diskusi kelompok daring yang didedikasikan untuk para lansia di Jember. Idenya adalah untuk memberikan informasi penting bagi para lansia, terutama untuk mendorong praktik hidup sehat agar mampu bertahan di masa pandemi.

Apa saja hal-hal yang dibahas dalam diskusi kelompok tersebut?

“Kami melakukan banyak diskusi tentang hal-hal yang harus mereka lakukan, bagaimana tetap produktif tanpa mengorbankan perawatan kesehatan mereka dan jenis makanan yang harus mereka konsumsi agar tetap sehat. Kami juga mengingatkan mereka untuk tetap di rumah, selalu ingat untuk mencuci tangan, menjauh dari keramaian dan banyak petunjuk praktis lainnya. Kami mencoba menjelaskan kepada mereka tentang Covid-19 dan konsekuensi negatifnya jika mereka terinfeksi,” jelas Ciciek.

Pandemi tidak menghentikan kreasi

Bagi Tanoker, cara-cara kreatif dan berbasis kearifan lokal untuk membantu masyarakat keluar dari kesusahan karena pandemik, harus terus dijajaki. Tentu tetap dalam kerangka promosi dan penguatan ketahanan pangan dan keanekaragaman hayati. Selain tiga inovasi yang telah disebutkan, Tanoker terus mempromosikan pangan lokal dengan melanjutkan kegiatan “Food of the Month” atau Makanan Bulan Ini. Hasil kreasi masyarakat yang mengolah pangan lokal diperuntukkan bagi pemangku kepentingan atau pihak-pihak yang ikut mempengaruhi advokasi mereka.

Sekolah ibu, sekolah bapak dan sekolah eyang yang dikelola oleh Tanoker juga terus berkegiatan. Sekolah ibu terus mendampingi perempuan-perempuan yang rentan karena pandemi. “Di masa pandemi ini, perempuan overburdened (memikul beban yang lebih). Lebih stres. Banyak kekerasan dalam rumah tangga,” ucap Ciciek. Pendampingan ini dilakukan melalui kunjungan ke rumah meski meski dengan jumlah orang terbatas, atau pendampingan secara daring.

Sementara itu, kelompok lansia asyik berlomba tiktok. Strategi meningkatkan imunitas. Siapa sangka lansia gemar ber-tiktok ria. Maka Tanoker bersama organisasi lansia se-kabupaten Jember (Yayasan Gerontologi Abiyoso dan Forum Komunikasi Karang Werda Jember) memfasilitasi lomba tiktok tersebut dengan pesan-pesan ketahanan pangan. “Pokoknya, kami berusaha membangun kegembiraan dengan mengedepankan cara hidup sehat  dalam masyarakat. Pandemi ini menyusahkan banyak orang. Kita harus menjaga semangat mereka, sehingga imunitas terjaga,” ucap Ciciek lagi.

Informasi lebih lanjut mengenai inisiatif Tanoker bisa diakses di situs www.tanoker.org dan Instagram @tanoker.id