Kegiatan pawai perempuan menyoroti pangan bijak

“Pangan Bijak! Lokal, sehat, adil, lestari!” Ratusan warga bersama Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil atau ASPPUK melakukan deklarasi yang menyebutkan empat prinsip utama kampanye Pangan Bijak tersebut pada perayaan Hari Perempuan Internasional di Kendari, Sulawesi Tenggara pada bulan Maret. ASPPUK menyelenggarakan women’s march atau pawai perempuan untuk memperingati hari peringatan sedunia ini sekaligus mempromosikan pangan bijak. Pemerintah provinsi Sultra dan warga yang terdiri dari perempuan, laki-laki, kaum muda, anak-anak menyatakan deklarasi tersebut. Mereka juga ikut serta dalam serangkaian acara yaitu senam pagi, demo masak, mencicipi makanan sehat dan menandatangani deklarasi pangan bijak pada spanduk.

Hari Minggu pada hari perempuan internasional, sekitar 300 hingga 400 orang berkumpul di Lapangan MTQ Kendari mengikuti serangkaian kegiatan dengan tema ‘Perempuan berdaulat, pangan terjamin, kehidupan berkelanjutan.’ ASPPUK mengenalkan pentingnya mendorong empat prinsip pangan bijak untuk meningkatkan sistem pangan di Indonesia. Hal ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ketika kita membeli dan mengonsumsi pangan yang lokal, sehat, adil dan lestari, maka produsen dan konsumen akan lebih baik dalam banyak aspek.

 

Pangan sehat membutuhkan gaya hidup sehat. Di Indonesia, senam pagi bersama pada hari Minggu adalah hal yang biasa, yang pada umumnya dilakukan di taman, jalan, atau fasilitas olahraga untuk umum. Senam pagi menjadi kegiatan pertama pada hari itu di Kendari. Pelatih senam dengan semangat memimpin, dan warga pun terlihat antusias hingga sekitar 2 jam senam berlangsung. Kegiatan itu diselingi dengan kuis dan pemberian hadiah bagi warga yang menjawab pertanyaan seputar pangan bijak dengan benar.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Agista Ariany Ali Mazi – yang adalah istri Gubernur – berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dalam pesan singkatnya, ia menyampaikan pentingnya pangan bijak yang lokal, sehat, adil dan lestari. Ia juga memberikan dukungan tertulis untuk kampanye pangan bijak.

 

Partisipasi mitra lokal

Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara atau ALPEN Sultra, yang merupakan anggota dari ASPPUK, mengambil bagian dalam persiapan dan penyelenggaraan kegiatan. Sementara Tanoker, mitra Hivos dari Jember, Jawa Timur mengirimkan tiga wakil mereka bergabung dalam acara ini, yaitu Jumati, Diah dan Nurul. Di Jember, mereka bekerja bersama masyarakat, termasuk kelompok lansia dan ibu, serta UMKM kuliner. Kunjungan mereka ke Kendari memberi mereka kesempatan untuk bertemu sesama penggiat pangan sehat dan saling berbagi pengalaman dan pembelajaran.

 

Antusiasme selama demo masak oleh GBDI

Meskipun kegiatan telah berlangsung selama beberapa jam, warga masih bersemangat melakukan kegiatan lainnya. Mereka bahkan terlihat lebih antusias saat belajar dari demo masak oleh Chef Yuyun dari Generasi Baru Dapur Indonesia. Chef Yuyun menunjukkan cara memasak empat resep yang ia buat dengan menggunakan bahan pangan lokal dan sehat. Beberapa laki-laki juga melemparkan pertanyaan selama interaktif tersebut.

 

Mencicipi makanan dan buah sehat

Acara berlangsung lebih meriah saat penyajian makanan dan buah lokal dan sehat. Warga mencicipi lemper, lemang, jagung rebus, rambutan, dll.

 

Penandatanganan spanduk mendukung pangan bijak

Sebagian besar warga yang hadir ikut menandatangani spanduk berukuran 4 x 2 meter. Spanduk pangan bijak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat – perempuan, laki-laki, kaum muda – untuk mendukung pangan bijak dan memilih makanan yang lokal, sehat, adil dan lestari.

 

Menampilkan produk pangan lokal

Beberapa perempuan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah pada sektor pangan lokal menampilkan produk usaha yang mereka miliki atau pimpin. Mereka datang dari berbagai kabupaten di provinsi Sulawesi Tenggara dengan membawa berbagai produk, seperti beras merah, VCO atau minyak kelapa murni, makanan ringan dari buah kering, abon ikan, dll. Banyak pengunjung memberi tanggapan positif terhadap produk, dan membeli produk-produk tersebut.

 

 

 

Program SD4All, khususnya dibawah konsorsium proyek Local Harvest, mendukung serangkaian kegiatan ini tidak hanya untuk merayakan hari perempuan internasional. Dukungan juga diberikan untuk mendorong sistem pangan bijak dan melestarikan lingkungan seperti yang dinyatakan dalam SDG-12 mengenai produksi dan konsumsi berkelanjutan. Dalam konsorsium tersebut, Hivos bermitra dengan ASPPUK, WWF Indonesia, NTFP-EP Indonesia dan AMAN pada kampanye Pangan Bijak Nusantara. Didukung oleh Uni Eropa di bawah proyek SWITCH Asia, konsorsium menggunakan tujuh produk makanan utama untuk memberikan contoh produk pangan bijak.