Pasar Lumpur Tanoker: Wisata pangan sehat di Ledokombo

Oleh: Nurhadi, Tanoker

Kreatifitas serta cita rasa kearifan lokal masyarakat Kecamatan Ledokombo tercermin dalam kegiatan bulanan Pasar Lumpur warga Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Diadakan di hari Minggu terakhir setiap bulannya, banyak kegiatan bermanfaat bagi semua masyarakat, dari anak-anak hingga eyang-eyang.

Seperti pada bulan Agustus 2019, warga beserta komunitas Tanoker memeriahkan acara HUT RI dengan tema pangan sehat. Rangkaian acara dan perlombaan disisipi nilai edukasi panganan sehat yang bertujuan untuk mendorong warga menghadirkan panganan sehat sebagai menu wajib keluarga.

Masyarakat dapat mengikuti berbagai perlombaan unik seperti lomba makan buah. Dengan aturan persis seperti lomba makan kerupuk, peserta diharuskan menghabiskan aneka buah-buahan seperti semangka, timun dan melon yang diikat bergelantungan dengan tali rapia. Uniknya, bukan hanya kecepatan yang dinilai, tetapi peserta juga ditantang untuk menjelaskan kandungan gizi dan vitamin dalam buah tersebut. Pemenang akan memperoleh sekeranjang buah-buahan sebagai hadiahnya.

Anissyah berpartisipasi dalam perlombaan makan buah. Photo: Tanoker

“Ini bagian dari upaya untuk membuat inovasi agar lomba di hari kemerdekaan ini memiliki nilai edukasi pangan sehat.  Tak lagi krupuk yang jadi ikon lomba, tapi buah-buahan, yang jadi primadona,” Farha Ciciek, Direktur Tanoker.

Kata sambutan dari Haji Jono Wasinuddin, Camat Ledokmbo. Photo: Tanoker / Bayhaqi

Pasar Lumpur di bulan Oktober dan video Bangun Generasi Sehat

Begitu pula dengan Pasar Lumpur pada bulan Oktober 2019, kegiatan diiringi dengan harapan besar agar masyarakat mengubah pola makan yang lebih sehat. Tanoker melakukan peluncuran dan pemutaran video ‘Bangun Generasi Sehat’, video terbaru kerjasama Hivos dan IIED untuk program Sustainable Diets for All (SD4All), diproduksi oleh BrandOutLoud. Camat Ledokombo, Haji Jono Wasinuddin, dan beberapa tokoh masyarakat memberi kata sambutan dan disambut meriah oleh lebih dari 100 warga yang menghadiri acara peluncuran video tersebut.

Jumilah, yang juga membagikan kisahnya di video Bangun Generasi Sehat, berbicara saat peluncuran video.
Photo: Tanoker / Bayhaqi
Tanggapan positif dari pasangan Duta Pariwisata Jember, Teguh Sulianta dan Cherry Maybelvista. Photo: Tanoker / Bayhaqi

Pasangan Gus-Ning Jember menuturkan bahwa video ini sangat bagus untuk disebarluaskan karena mengandung unsur pengetahuan pangan sehat yang mana pada saat ini menjadi hal penting ketika generasi milenial lebih suka junkfood daripada makanan sehat. “Semoga video ini menjadi inspirasi bagi kaum muda untuk hidup sehat,” jelas Teguh Sulianta. “Makanan sehat akan menciptakan jiwa yang sehat bagi generasi yang lebih maju,” Cherry Maybelvista menambahkan lagi.

Kegiatan Pasar Lumpur bulan Oktober ini juga disertai dengan ibu-ibu memperkenalkan produksi kue mereka, Sara – Sawut Gula Merah. Makna positif yang terkandung di dalamnya mengarah pada masyarakat Ledokombo yang satu dan tidak membeda-bedakan seseorang dari suku, agama, ras, dan budaya.

Siti Latifah menunjukkan kue Sara – Sawut Gula Merah. Photo: Tanoker

“Memang kami ingin selalu menghadirkan acara-acara menarik yang memiliki nilai edukasi pangan sehat guna menyemarakkan gelaran Pasar Lumpur,” tutur Supo Rahardjo, penggagas Pasar Lumpur, sekaligus Pembina Komunitas Belajar Tanoker. “Agar para pengunjung tercerahkan dan menjadikan pola pangan sehat sebagai identitas budaya dan   gaya hidup yang membanggakan,” lanjutnya.

Pasar Lumpur untuk kegiatan pendidikan dan olahraga

Pasar Lumpur yang digagas oleh Tanoker sebelumnya sudah dikenal sebagai wahana alternatif wisata edukasi yang rupanya menarik perhatian warga dari kecamatan lain, seperti kecamatan Ambulu. Sebanyak enam puluh orang dari kecamatan tersebut melakukan tur studi pangan sehat ke Ledokombo. Pasar Lumpur berhasil menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi dengan melibatkan warga dan komunitas untuk ikut berpartisipasi.

Tidak hanya untuk mengedukasi, tempat wisata ini juga menjadi tempat bermain dan menikmati keragaman permainan popular seperti polo lumpur. Dengan cara bermain yang sama seperti polo air, masyarakat bermain polo lumpur di sawah bekas yang dialiri air. Permainan ini mengingatkan masyarakat akan masa kecil mereka dan sebagai pelestarian budaya setempat.

Polo lumpur yang sangat digemari pengunjung Pasar Lumpur. Photo: Tanoker / Bayhaqi

 

Berangkat dari semangat yang sama untuk mendorong pangan lokal sehat yang berkelanjutan, Hivos dan IIED melalui program Sustainable Diets for All (SD4All) mendukung Tanoker. Berbagai inovasi telah dilahirkan dalam program ini, salah satunya adalah kegiatan Pasar Lumpur ini. Dengan banyaknya warga yang turut serta ditambah perhatian pemerintah lokal, Hivos mengharapkan munculnya tokoh-tokoh di masyarakat yang akan memperjuangkan pangan sehat berkelanjutan dan mampu meyakinkan masyarakat untuk merubah kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih sehat.